
Malam ini, Timnas Indonesia U-23 kembali melakoni laga uji coba dengan melawan Timnas U-23 Thailand dalam rangkaian persiapan jelang Asian Games 2018. Setelah menelan kekalahan tipis 1-2 pada laga perdana lalu, Timnas Indonesia tentu menargetkan hasil maksimal dalam laga uji coba kedua ini. (tribunnews.com 03/06/2018)
Namun agak mengherankan ketika melihat starting line up yang diturunkan oleh Milla dalam laga ini. di posisi penyerangan, Milla kembali mempercayakannya kepada Lerby Eliandri yang (kembali) diturunkan sebagai starter. Sangat mengherankan, mengingat dalam laga yang dilakoninya bersama dengan Timnas di era Luis Milla ini, Lerby tak sekalipun mampu menjaringkan gol dari berbagai kesempatan yang diberikan, termasuk dalam gelaran Anniversary Cup bulan April-Mei lalu (pssi.org 03/05/2018)
Dan penampilannya malam hari ini pun masih sama seperti yang sudah-sudah. Minim ancaman dan bisa juga dikategorikan “minim guna”. Bagaimana tidak, dalam 45 menit pertama saja dirinya menjadi pemain yang berpredikat “paling jarang mendapatkan bola” (tentunya setelah M. Ridho yang berposisi sebagai penjaga gawang). Perannya pun sama sekali tak terlihat. Sering kehilangan bola, salah posisi, kontrol bola yang lemah, hingga minim terlibat dalam permainan tim, mendominasi apa yang dia tampilkan pada malam hari ini.
Mungkin satu-satunya “peran” dari Lerby adalah ketika pada menit ke 39, bouncing ball darinya mampu dimaksimalkan oleh rekan setimnya untuk menciptakan peluang. Selebihnya, tak ada lagi yang bisa dia kontribusikan. Lalu, apa yang dibutuhkan oleh Lerby? Tak tahulah. Berbagai macam umpan yang diberikan padanya, baik itu umpan atas, umpan bawah, umpan tanggung, hingga umpan terobosan, semuanya berakhir dengan sia-sia pada laga ini. Ah, sepertinya memang belum waktunya Lerby untuk berbaju Timnas untuk saat ini, dan untungnya, Milla menariknya di babak kedua untuk menghindari "minim guna" pemain yang diturunkannya pada pertandingan ini.
Sumber
