
Pernyataan bernada tuduhan serius dilontarkan kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan menyusul keputusan kontroversi wasit di laga kontra Persela Lamongan pada Minggu malam.
Dalam berita tribunnews.com (21/3/2018) tercantum: Ismed Sofyan terang-terangan menuduh wasit asal Jawa Barat itu diberikan bayaran pada laga yang digelar di kandang Persela, Stadion Surajaya itu.
"Saya sebagai pemain kecewa. Kalau wasit maaf harus dibayar seperti ini buat apa kita kerja keras latihan pagi, siang, sore kalau di setiap pertandingan dikalahkan oleh wasit."
Jika kita mencermati berita ini, ada dua garis besar yang layak dicermati. Pertama, tuduhan Ismed Sofyan. Kedua, pengadil yang berasal dari Jawa Barat. Memang tidak terdapat statement Ismed menyinggung daerah asal sang wasit. Namun pemberitaan telah menginformasikannya.
Dan memang Annas Apriliandi berasal dari Bandung. Dalam rekam jejaknya di dunia pengadil lapangan hijau, ia merupakan hasil seleksi wasit untuk Liga 1 2018. Ada 49 wasit dan 64 asisten wasit yang mengikuti seleksi di Yogyakarta, pada 12-15 Maret 2018.

Nah, meski ada wasit yang berasal dari Bandung, tapi bukan berarti ia adalah bobotoh. Sebab pengadil tentu harus menjaga netralitasnya. Rasa tidak puas salah satu kubu saat pertandingan sudah menjadi hal yang lazim dalam sepak bola.
Buktinya, Annas bukan kali ini saja diprotes keras. Ia bahkan pernah pula dilaporkan ke Komisi Disiplin oleh Persiraja Banda Aceh pada 2016 silam. Ia dianggap berat sebelah saat laga versus PSMS Medan.
Sumber : tribunnews.com
