KODE Dfp 1 Cerita Pemain Persebaya Selamat dari Bom Gereja di Surab | Bobotoh News

Cerita Pemain Persebaya Selamat dari Bom Gereja di Surab

KODE 200x200
KODE 336x320 atau in artikel

Dua hari lalu, salah satu kota terbesar di Indonesia, yakni Surabaya diguncang bom. Empat bom meledak di Surabaya, satu bom lainnya didapati di lokasi yang tak jauh dari Surabaya, yakni Sidoarjo.

Khusus di Surabaya, tiga bom meledak di gereja yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel, GKI (Gereja Kristen Indonesia) Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Arjuno. Dan satu lainnya berada di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

Hingga saat ini, insiden tersebut masih menyimpan duka bagi masyarakat Kota Pahlawan dan juga klub yang berbasis di Surabaya, yakni Persebaya. Tim Bajul Ijo itu juga diperkuat beberapa umat kristiani, terutama mereka yang berasal dari Papua.

Mereka adalah Osvaldo Haay, Feri Pahabol, Nelson Alom, Ruben Sanadi, Izaac Wanggai, Fandry Imbiri, dan Ricky Kayame. Nelson Alom mengatakan, meski tak beribadat di ketiga gereja tersebut, namun ia bersyukur rekan-rekannya yang beribadat di GKI bisa selamat.

"Saya biasanya di GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia), bukan GKI. Biasanya dengan Ricky (Kayame) di gereja situ. Kalau teman-teman lain memang di GKI. Tapi, Puji Tuhan, semuanya baik-baik saja dan aman," kata Nelson kepada Bola.com, Selasa (15/5/2018).

Cerita berbeda dimiliki bek Fandry Imbiri. Pemain berusia 27 tahun itu sebenarnya terbiasa menjalani kebaktian Minggu di GKI Diponegoro sejak bergabung Persebaya musim lalu.

Saat itu, Fandry tinggal di kawasan Surabaya Barat. Namun, dia telah pindah tempat tinggal pada awal musim lalu dengan menempati apartemen di kawasan Surabaya Selatan.

"Dulu saya sering ke GKI Diponegoro waktu masih tinggal di daerah Surabaya Barat. Tapi, sekarang saya pindah dan kemarin Minggu itu kebaktian di GKI Ngagel," ungkap Fandry.

Hal yang berbeda juga dialami Izaac Wanggai. Pemain berusia 35 tahun itu beserta keluarganya sebenarnya merupakan anggota jemaat Gereja Pantekosta. "Sebelumnya saya ibadah di Gereja Pantekosta. Tapi, saat mulai pindah ke Surabaya, saya dengan keluarga ibadah di GBI Rock. Puji Tuhan, semua keluarga tidak apa-apa," ujar Izaac.

Izaac sangat terkejut dan terpukul saat mendengar kabar insiden pengoboman yang terjadi di tiga gereja tersebut. Dia turut berduka dengan insiden yang terus melahirkan korban jiwa itu.

"Saya ikut berduka dengan kejadian itu. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menerima. Semoga secepatnya Surabaya dalam kondisi aman kembali," imbuh gelandang Persebaya eks Persipura Jayapura itu.

Sumber
Kode 300 x 250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
Kode DFP2
Kode DFP2