
Macan Kemayoran Persija Jakarta akhirnya harus mengakui ketangguhan dari tuan rumah Home United pada babak semifinal zona Asean Piala AFF 2018. Dua gol yang dicetak oleh Ramdani Lestaluhu, tak mampu menyelamatkan Persija dari kekalahan melalui gol-gol yang dicetak oleh Song In Young, Hafiz Nor dan juga gol bunuh diri Maman Abdurrahman (the-afc.com 08/05/2018)
Sejak awal laga, saya sedikit kaget dengan penampilan Maman, dan menebak jika pada pertandingan ini dia akan bermain dengan buruk. Dan ternyata benar, apa yang saya perkirakan memang benar-benar terjadi. Maman malam ini menjadi pemain Persija yang permainannya paling buruk. Dua gol yang bersarang ke gawang Rizki Ramadan, merupakan buah hasil kesalahan yang dia perbuat. Menit kedua, tandukannya ketika menghalau bola silang dari Shahril Ishak justru meluncur deras ke gawang sendiri, dan berselang tujuh menit kemudian, pada menit ke 9, akselerasi dari Song In-Young dengan mudah mampu melewati hadangannya.
Mengapa saya dari awal sudah yakin jika Maman akan bermain dengan buruk? Entahlah, saya menebaknya hanya dari melihat gaya rambut yang dia pakai. Pada pertandingan ini, Maman tampil beda jika dibandingkan dengan pertandingan terakhir melawan Tampines Rovers lalu. saat itu dia masih normal, main dengan garang dan tentunya berambut hitam tanpa warna seperti pada pertandingan kali ini. Sedangkan pada laga melawan Home United ini, dirinya tampil dengan warna rambut yang mentereng, dicat dengan warna yang cerah. Apa ada yang salah?
Tentu terlalu naif jika melihatnya dari satu sisi saja, namun, apa yang saya lihat pada Maman malam hari ini, tak ubahnya Maman yang tampil di final Piala AFF Edisi 2010 lalu. kala itu, disetiap pertandingan, Maman sering tampil dengan rambut yang “berdiri” atau jika berponi, tetap menyisakan sedikit bagian yang “berdiri” pada rambutnya. Namun di final leg pertama melawan tuan rumah Malaysia, pada pertandingan yang akhirnya dimenangi oleh Malaysia tersebut, Maman tampil beda, dengan rambut yang “roboh” seluruhnya. Dan, hasilnya pun terlihat, dalam pertandingan tersebut, Maman tampil dibawah form, dan menjadi pemain yang paling bertanggung jawab atas gol pertama Malaysia yang dicetak oleh Safee Sali. Bola keeping darinya yang seharusnya “aman”, justru mampu direbut oleh pemain lawan, dan berakhir dengan jebolnya gawang Markus Haris Maulana. Malam ini, seperti de Javu, kejadian itu terulang kembali. Maman justru menjadi aktor bagi lahirnya gol pertama Home United. Agak aneh memang ketika melihat posisi Maman yang berhadapan dengan bola dari Shahril, justru membuang bola ke arah gawang, bukan ke arah depan menjauh dari gawang yang dikawal oleh Rizki Darmawan.
Malam ini pun sama. Dengan tampilan rambut yang baru, Maman bermain jauh dibawah formnya. Lalu, apakah ada korelasi antara gaya rambut Maman dengan penampilannya? Setidaknya untuk malam ini ada korelasi diantara keduanya. Dan semoga saja, gaya rambut yang dia kenakan, bukan merupakan “kode” jika terjadi “sesuatu” terhadap dirinya, seperti yang disinyalir banyak kalangan terjadi pada final AFF 2010 lalu.
Sumber
