
SudutUpdate- Bos Persija Jakarta, I Gede Widiade murka dengan kepemimpinan wasit Thoriq Alkatiri saat Persija dikalahkan Madura United 2-0, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu malam, 12 Mei 2018.
Dikutip dari bola.com (13/5/18), Gede pun mengumbar beberapa kesalahan wasit Thoriq dalam mengambil keputusan. Pertama, ketika Persija diberikan hukuman penalti pada menit ke-2. Menurut Gede, pemain Persija tidak ada yang menjatuhkan Bayu Gatra.
"Coba Anda lihat, saya minta manajer dan pelatih komplain soal wasit. Bayu Gatra tidak diambil (dari belakang). Valentino (Telaubun) posisi off. Bayu Gatra jatuh sendiri saat menendang tanah," ungkapnya.
Kemudian kedua, wasit Thoriq tidak memberikan penalti kepada Persija saat bek Madura, Beny Wahyudi, menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti. "Kedua itu handball. Jelas, di televisi kelihatan si Beny Wahyudi," katanya.
Terakhir, wasit Thoriq kembali tak memberikan penalti saat winger Persija Riko Simanjuntak dijatuhkan di kotak 12 pas. "Seharusnya penalti. Kita komplain berdasarkan bukti, gambar, dan video," pungkasnya.
Dengan bukti tersebut, Gede mengaku akan melaporkan kepemimpinan wasit Thoriq yang banyak merugikan Macan Kemayoran. "Di luar manusiawi, kita harus komplain. Demi kebaikan bersama. Seharusnya dapat penalti, malah tidak," kesal Gede.
Jika terbukti, maka Thoriq Alkatiri yang sempat dipercaya memimpin pertandingan di Liga Champions Asia 2018, terancam akan mendapat hukuman dari dari Komisi Disiplin PSSI. Bentuk hukumannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi untuk para pengadil Liga 1 yang dilaporkan.
Sumber
