
Pertandingan Liga Indonesia yang dihelat pada hari minggu kemarin (06/05/2018) banyak menyisikan cerita yang cukup memalukan. Di kompetisi kasta tertinggi yakni Go-Jek Liga 1 2018 terjadi insiden dimana punggawa Arema FC, Hendro Siswanto menginjak perut pemain Persebaya Surabaya, Oktafianus Fernando.
Dilansir dari tribunnews.com(07/05/2018), insiden ini berawal ketika pemain Persebaya. Oktafianus dijatuhkan oleh pemain Arema, Hendro Siswanto di menit ke-94.
Akibatnya tindakan memalukan yang dilakukannya itu, Hendro pun langsung diberi ganjaran kartu merah oleh wasit yang memimpin pertandingan.
Sementara itu, dikompetisi Liga 3, insiden yang cukup memalukan juga terjadi. Dimana dalam pertandingan yang mempertemukan Persitema Temanggung dan PSIP Pemalang di Stadion Bumi Phala, Temanggung, Jawa Tengah, wasit sekaligus asisten wasit menjadi korban dalam laga tersebut. Bahkan asisten wasit itu dibuat terkapar dipinggir lapangan.
Rupanya kejadian itu bukan satu-satunya insiden memalukan yang terjadi di Liga 3. Di hari yang sama, insiden yang sama juga terjadi dalam laga yang memepertemukan Persibara Banjarnegara kontra Bhayangkara Muda.
Diantara kejadian-kejadian diatas, kejadian yang terjadi dalam laga Persibara vs Bhayangkara Muda ini bisa dikatakan merupakan kejadian paling memalukan karena salah seorang punggawa Bhayangkara Muda tampak bermain sangkat kasar hingga membuat pemain Persibara terkapar.
Mirisnya, saat wasit yang memimpi pertandingan memberikan kartu kuning sang pemain justru melakukan pukulan terhadap sang pengadil lapangan.
Dilansir dari goal.com(07/05/2018), akibatnya, wasit mesti mendapatkan pengobatan di pinggir lapangan oleh petugas medis. Bahkan wasit tersebut terpaksa diganti dengan pengadil lapangan karena tak sanggup lagi memimpin jalannya pertandingan.
Berikut adalah gambaran dari bukti-bukti dimana sang pemain bermain kasar dan melakukan pemukulan kepada wasit.
Atas tindakan yang sangat memalukan tersebut, sepertinya pemain Bhayangkara Muda yang dikabarkan memiliki akun instagram @manan_samara itu sepertinya wajib mendapatkan hukuman seumur hidup sebagai bentuk pembelajaran sekaligus alarm bagi pemain lain agar nantinya tidak bertindak menggunakan kekerasan kepada wasit yang memimpin pertandingan.
Lantas, bagaimana menurut pembaca setia Bola Liar. Setujukah kalian jika sang pemain dihukum larangan bermain seumur hidup? Berikan pendapat kalian pada kolom komentar di bawah ini, terima kasih.
Sumber
