
Kesetiaan menjadi istilah yang sering dilemparkan setiap jendela transfer dibuka. Meskipun keluar dari klub merupakan hak mereka, beberapa pemain malah tetap bertahan di klub yang mereka bela, dan mengabaikan berbagai tawaran menguntungkan yang datang. Dalam beberapa dekade terakhir, komitmen para pemain sepak bola telah mendapat sorotan yang luar biasa.
Sayangnya, komitmen ini seringkali dinodai oleh pihak klub itu sendiri. Dalam beberapa kasus, pemain justru diusir atau dipaksa keluar oleh klub dengan alasan yang kurang jelas. Namun yang pasti, semua ini memiliki andil bisnis dan ‘uang’ didalamnya. Berikut 5 pemain yang dipaksa keluar oleh klubnya masing-masing.
1. Andy Carroll
Striker asal Inggris ini sempat menjadi sorotan pada musim 2019/10, ketika ia mencetak 19 gol dalam 42 penampilan dan membantu Newcastle United kembali ke kompetisi Liga Premier. Setelah menghabiskan setengah musim menjadi striker utama The Magpies, Carroll menarik perhatian Liverpool. The Reds diyakini membuat tawaran senilai £30 juta.
Diketahui jika saat itu Carroll bersikeras tidak ingin pindah. Ia sempat meminta kontrak baru kepada Newcastle, namun Newcastle menolaknya. Ia juga mengatakan jika Newcastle secara terang-terangan sudah tidak menginginkannya lagi dan menyarankan untuk segera pergi. Sayangnya, karier Carroll di Liverpool rusak karena cedera dan kini ia membela West Ham.
2. Joe Hart
Menandatangi pelatih sekaliber Pep Guardiola, tentu saja membutuhkan banyak perubahan di sektor skuad demi menjadi tim terbaik di benua Eropa. Ada satu pemain Manchester City yang juga pernah merasakan juara bersama The Citizens, namun harus tersingkir karena perubahan yang diciptakan oleh Pep. Pemain itu adalah Joe Hart.
Mantan kiper timnas Inggris ini, sempat menghabiskan satu musim masa pinjaman bersama Torino dan kini ia dipinjamkan ke West Ham. Ketika diwawancarai oleh Telegraph, Hart mengaku jika Pep lah yang memaksanya keluar dari Man City. Ia mengatakan jika mantan pelatih Barcelona itu, menganggapnya tidak berguna dan tidak memiliki masa depan di klub.
3. Angel Di Maria
Pada musim 2013/14, Di Maria memainkan musim yang cukup apik dengan catatan 7 gol dan 22 assist. Di musim itu pula, Di Maria berhasil mengantarkan Real Madrid menjuarai trofi Liga Champions yang ke 10 kalinya. Namun kejadian yang cukup mencurigakan terjadi, ketika Di Maria mendadak tersingkir pasca kedatangan Jamez Rodriguez dari AS Monaco.
Di Maria menyebut jika manajemen Real Madrid kala itu memaksanya untuk segera keluar dari klub, meski ia tidak menginginkannya. Alhasil, winger asal Argentina ini mau tidak mau harus menuruti kemauan Los Blancos dan bergabung bersama Manchester United. Bersama MU, Di Maria hanya menghabiskan satu musim saja sebelum akhirnya pindah ke PSG.
4. Jaap Stam
Jaap Stam telah menjadi superstar semenjak datang ke Manchester United pada tahun 1988, dimana ia kala itu tercatat sebagai bek dengan bayaran termahal di Liga Premier. Bek asal Belanda ini juga berkontribusi besar dalam usaha MU meraih treble winner pada tahun 1999. Dengan terpilihnya ia sebagai Bek Terbaik UEFA sebanyak 2 kali, banyak yang berharap jika Stam akan memiliki masa depan yang cerah bersama MU.
Sayangnya harapan itu tidak menjadi kenyataan, ketika secara tidak terduga Stam dijual ke Lazio pada tahun 2001 dengan nilai transfer sekitar £15,3 juta. Dalam salah satu wawancara, Stam mengaku jika ia dipaksa keluar oleh klub yang sudah ia anggap sebagai rumah itu. Ia mengatakan jika Sir Alex Ferguson setuju dengan keputusan klub untuk menjualnya dalam upaya melakukan pembenahan dalam skuad.
5. Iker Casillas
Jika berbicara mengenai kesetiaan atau loyalitas pemain terhadap klub, maka nama Iker Casillas wajib masuk kedalam pembicaraan itu. Casillas bergabung dengan Real Madrid semenjak ia remaja pada tahun 1990, dan bertahan di klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu selama 25 tahun. Meski dikenal sebagai legenda klub, kiper asal Spanyol ini ternyata juga mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari manajemen Real Madrid.
Sama seperti Di Maria, Casillas juga diduga dipaksa keluar oleh klub meski telah berkontribusi besar dalam membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions di musim 2013/14. Keluarganya menegaskan jika Real Madrid menyiksa Casillas di musim terakhirnya, dan dipaksa keluar oleh klub yang telah membesarkan namanya itu. Saat ini, Casillas bermain untuk tim asal Portugal, FC Porto.
Demikian tadi ulasan mengenai pemain-pemain yang dipaksa keluar klubnya masing-masing. Dalam dunia sepak bola, bisnis memang menjadi hal yang menguntungkan namun disaat yang bersamaan juga merugikan satu pihak terutama pemain. Semoga saja, kasus-kasus seperti diatas tidak terjadi lagi di dunia sepak bola.
Sumber
